Agustinus Susanto, S.Pd

Uang dan Lembaga Keuangan

Posted by agus in September 8, 2008

SEJARAH PERKEMBANGAN UANG, PENGERTIAN UANG,
FUNGSI UANG, JENIS-JENIS UANG DAN FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DALAM
MASYARAKAT, TEORI UANG.


1. SEJARAH PERKEMBANGAN UANG

Sebelum dimulai, apakah Anda telah berkonsentrasi untuk memulai mempelajari kegiatan pertama ini? Baik kalau Anda sudah siap, kita akan mulai. Berbicara mengenai sejarah uang, tentu Anda akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Kapan uang itu diciptakan ?
  2. Siapa yang menciptakan ?
  3. Bagaimana perkembangan selanjutnya ?

Dari ketiga pertanyaan diatas, maka Anda bisa menjawab dan memulai untuk membahas sejarah perkembangan uang. Ada anggapan bahwa uang diciptakan pertama kali di negeri Cina lebih kurang 2700 SM (Sebelum Masehi) oleh Huang (Kaisar Kuning). Sejarah purba juga telah mencatat bahwa orang Assyria, Phunisia, dan Mesir juga telah menggunakan uang sebagai alat tukar. Akan tetapi dari seluruh perkembangan uang di negara manapun awalnya dimulai setelah orang mengenal kegiatan tukar-menukar, dan tukar-menukar yang pertama dilakukan diantaranya dimulai tukar-menukar antara barang dengan barang yang disebut Barter.
Pertukaran dengan cara barter ini awalnya berjalan lancar dan tidak memiliki hambatan apapun. Akan tetapi setelah manusia semakin banyak ragam 6 kebutuhan maka cara barter mulai mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Kesulitan-kesulitan itu di antaranya disebabkan:

  1. Sulitnya kemungkinan untuk bertemu orang yang memiliki barang yang
  2. dikehendaki dan juga mau menukarkan barang tersebut dengan barang yang kita miliki.
  3. Sulit mendapatkan barang yang sama nilainya untuk dipertukarkan.
  4. Tidak adanya kesamaan untuk membayar di kemudian hari.
  5. Tidak terdapat suatu cara menyimpan kekayaan atau daya beli umum.

Dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi seperti disebutkan di atas, akhirnya cara barter banyak yang ditinggalkan. “Coba Anda amati apakah di daerah sekitar Anda masih ada penggunaan cara
barter dalam jual beli!” Setelah mengalami kesulitan dengan cara barter, orang mulai mencari alternatif lain yang dapat dijadikan sebagai alat yang dapat dipergunakan dalam pertukaran. Kemungkinan semacam itu baru dapat diatasi setelah digunakan suatu benda yang memiliki syarat:

  1. dapat diterima;
  2. digemari dimana-mana;
  3. yang setiap waktu dapat ditukar dengan barang apa saja;
  4. sulit mendapatkannya.


Apakah dahulu ada barang / benda yang dijadikan sebagai alat pertukaran? Jika ada sebutkan?
Dari benda-benda yang secara perkembangannya banyak dijadikan sebagai alat pertukaran di antaranya ada yang berupa kulit binatang, kerang dari laut, dan benda-benda yang memiliki syarat di atas. Benda itu yang disebut Uang Barang.


Penggunaan uang barang ini tidak dapat terus dipergunakan sebagai alat pertukaran, hal ini disebabkan karena ada kesulitan dalam ukuran,berat, bentuk dan jaminan lain yang tidak pasti. Dari permasalahan ini orang mulai mencari benda/logam yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Tidak mudah rusak.
  2. Diterima oleh umum.
  3. Mudah disimpan dan mudah dibawa-bawa.
  4. Harganya tinggi walaupun dalam jumlah yang kecil.
  5. Sifatnya sama dan dapat saling mengganti.
  6. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai.
  7. Harganya tetap dalam jangka waktu panjang.

Dari persyaratan di atas maka alternatif benda yang dijadikan alat tukar adalah emas dan perak. Hal ini seperti kita dapatkan sekarang dalam mata uang beberapa negara seperti India, nama mata uangnya Rupee yang artinya perak,Belanda, nama mata uangnya Golden yang artinya emas. Uang yang terbuat dari emas dan perak disebut uang logam dan uang ini disebut juga sebagai fullbodied money, karena nilai uang ini dijamin penuh (100%) oleh bodynya, artinya antara nilai nominal dan nilai bahan sama “Coba Anda perhatikan di film yang menceritakan suatu kerajaan, biasanya akan ada pembayaran transaksi dengan uang emas!” Perkembangan selanjutnya, karena logam termasuk barang yang terbatas jumlahnya, maka orang mencari benda yang dapat dijadikan uang, dan akhirnya uang dibuat dari kertas, mengapa dibuat dari kertas? Alasannya:

  1. Jumlahnya dapat memadai dengan kebutuhan
  2. Biaya pembuatannya tidak begitu mahal.

2. PENGERTIAN UANG


Jika Anda memperhatikan gambar di atas, pasti Anda tahu kegunaannya dan itu merupakan sesuatu yang banyak diidamkan oleh orang-orang. Sehingga pada jaman sekarang ini uang merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan kita tidak pernah merasa cukup untuk memilikinya. Dari kenyataan tersebut ada beberapa ahli ekonomi yang mengemukakan tentang pengertian uang, diantaranya sebagai berikut: Roberson dalam bukunya Money menyatakan uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.

  1. R.S. Sayers dalam bukunya Modern Banking menyatakan uang adalah segalasesuatu yang umum diterima sebagai pembayaran utang.
  2. A.C. Pigou dalam bukunya the Veil of Money menyatakan bahwa uang adalahsegala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar.
  3. Rolling G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking and Monetary Systemmendefinisikan uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan pada umumnya diterima dalam pembayaran pembelian barang-barang, jasa-jasa dan untuk membayar utang.

Dengan demikian, uang didefinisikan sebagai segala sesuatu (benda) yang diterima oleh masyarakat sebagai alat perantara dalam melakukan tukar-menukar atau perdagangan. Agar masyarakat menerima dan menyetujui penggunaan benda sebagai uang maka harus memenuhi dua persyaratan sebagai berikut:

  1. Persyaratan psikologis, yaitu benda tersebut harus dapat memuaskan bermacam-macam keinginan dari orang yang memilikinya sehingga semuaorang mau mengakui dan menerimanya.
  2. Syarat teknis adalah syarat yang melekat pada uang, di antaranya:

· Tahan lama dan tidak mudah rusak

· Mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai.

· Mudah dibawa.

· Nilainya relatif stabil.

· Jumlahnya tidak berlebihan.

· Terdiri atas berbagai nilai nominal.

“Mungkin Anda bertanya kalau sekarang digunakan uang kertas, berarti uang kertas tidak memenuhi persyaratan salah satu yang di atas ?” Jawabannya karena uang kertas adalah uang yang dibuat berdasarkan kepercayaan maka ada pengecualian. Bagaimana ? Sampai pembahasan engertian uang. Apakah masih ada yang belum dipahami ? Mudah-mudahan Anda dapat memahami ini semua dengan baik. Untuk mengingat apa yang Anda telah bahas, coba Anda jawab pertanyaan dibawah ini secara lisan saja!

  1. Apa yang dimaksud dengan barter?
  2. Sebutkan beberapa keterbatasan tukar-menukar dengan cara barter?
  3. Apa syarat uang barang?
  4. Apa definisi uang secara umum?
  5. Apa syarat-syarat teknis uang?

3. FUNGSI UANG


Kegunaan uang tercermin dalam fungsi-fungsi uang. Fungsi uang dibagi atas Fungsi Asli dan Fungsi Turunan

A. Fungsi Asli


Fungsi asli disebut juga fungsi primer dari uang. Fungsi asli ini terdiri atas:

a. Sebagai alat tukar (medium of exchange)

Uang dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah pertukaran. Agar uang dapat berfungsi dengan baik diperlukan kepercayaan masyarakat. Masyarakat harus bersedia dan rela menerimanya.

b. Alat kesatuan hitung

Untuk menentukan harga sejenis barang diperlukan satuan hitung, juga dengan adanya satuan hitung, kita dapat mengadakan perbandingan harga satu barang dengan barang lain.

B. Fungsi Turunan

Fungsi turunan sebagai akibat dari Fungsi asli, dengan adanya fungsi asli uang muncul fungsi lain yang tidak kalah pentingnya, fungsi tersebut terdiri atas:

  1. Sebagai alat pembayaran yang sah. Tidak semua orang dapat menciptakan uang terutama uang kartal, karena uang hanya dikeluarkan oleh lembaga tertentu, di Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral.
  2. Alat penyimpan kekayaan dan pemindah kekayaan. Dengan uang, kekayaan berupa tanah, gedung, dapat dipindah pemilikannya dengan menggunakan uang.
  3. Alat pendorong kegiatan ekonomi. Apabila nilai uang stabil, orang senang menggunakan uang itu dalam kegiatan ekonomi, selanjutnya apabila kegiatan ekonomi meningkat, uang dalam peredaran harus ditambah sesuai dengan kebutuhan.
  4. Standar pencicilan utang. Uang dapat berfungsi sebagai standar untuk melakukan pembayaran di kemudian hari, pembayaran berjangka panjang atau pencicilan utang.

4. JENIS UANG


Sebelum melanjutkan pembahasan ke masalah jenis uang, apakah Anda masih merasa ada yang belum dipahami pada masalah fungsi uang? Jika tidak ada, mari kita mulai. Dewasa ini uang yang dipergunakan secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu uang kartal dan uang giral.

1. Uang Kartal


Uang kartal artinya uang yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat bayar. Uang kartal ada yang berbentuk logam dan ada yang berbentuk kertas yang benar-benar beredar dari tangan ke tangan sebagai alat pembayaran dalam masyarakat.

1) Uang Logam berdasarkan sejarah perkembangannya, uang logam merupakan uang yang pertama dibuat, menurut macamnya mata uang logam dibagi tiga macam:

a) Mata Uang Standar

Mata uang standar adalah mata uang yang bebas dibuat dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah sampai jumlah tidak terbatas. Nilai Nominal yang tertulis pada uang sama dengan nilai instrinsiknya (bahannya). Mata Uang Standar disebut juga Full Bodied Money yaitu mata uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya, contoh: Uang logam emas.

b) Mata Uang Tandap (bercap). Mata uang tandap (bercap) adalah mata uang yang tidak bebas dibuat. Mata uang itu dapat dipakai sebagai alat pembayaran yang sah sampai dengan jumlah yang tidak terbatas dan nilai nominalnya tidak sama dengan nilai instrinsiknya. Mata uang logam yang nilai nominalnya tidak sama dengan nilai intrinsiknya disebut taken money, contoh seperti uang logam Rp. 100,- dan Rp. 500,- yang pembuatan logam nilainya lebih dari 1.000.

c) Mata Uang Pencocok. Mata uang pencocok adalah mata uang kecil (receh) yang tidak bebas dibuat dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran sampai jumlah yang terbatas, misalnya uang logam Rp. 10,- Rp. 25,- Rp. 100,- dan Rp.500,-.Uang logam yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki kelebihan dan kekurangan:

- Kelebihan uang logam:

a) Kuat dan tahan lama.

b) Mudah disimpan dan dibawa kemana-mana.

c) Mudah ditukar dengan barang.

- Kekurangan uang logam:

a) Membawa terlalu banyak akan menambah beban yang berat.

b) Persediaan logam terbatas.


2) Uang Kertas

Uang kartal disamping berbentuk logam, ada pula yang berbentuk kertas. Asal mulanya uang kertas itu berupa surat tanda penyimpanan yang serupa dengan deposito emas, perak atau deposito uang logam. Pedagang menyerahkan uangnya ke bank dan bank memberikan surat bukti deposito. Uang kertas pada dasarnya surat pengakuan hutang oleh bank yang sewaktu-waktu selalu dapat ditukar dengan emas. Dalam perkembangannya surat pengakuan hutang bank ini beredar sebagai uang. Saat ini uang kertas yang beredar disebut uang kepercayaan dan terdiri atas beberapa nilai pecahan, seperti Rp. 100,00, Rp. Rp. 500,00, Rp. 1.000,00, Rp. 5.000,00, sampai dengan Rp 100.000,00. Uang kertas dibuat dengan kertas khusus dan menggunakan pengaman untuk menghindari pemalsuan. Coba untuk lebih meyakinkan Anda, perhatikan uang kertas yang Anda miliki! Perhatikan apakah ada pengamannya atau tidak?

2. Uang Giral


Uang giral disebut juga demand deposit artinya saldo rekening koran yang
ada di Bank dan sewaktu-waktu dapat digunakan. Uang giral merupakan
uang yang sah secara ekonomi tetapi secara hukum tidak, artinya hanya
berlaku pada kalangan tertentu saja sehingga orang yang menolak pembayaran dengan uang giral contohnya cek tidak dapat dituntut.

Untuk mengambil uang giral dapat digunakan cek atau giro.

a) Cek merupakan suatu perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana, dimana cek dikenal ada tiga macam:

1. Cek atas unjuk

2. Cek atas nama

3. Cek silang.


b) Giro Bilyet adalah surat perintah nasabah bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya kepada rekening nasabah yang lain yang ditunjuk. Jadi Giro bilyet tidak dapat ditukarkan dengan uang tunai di bank penerimanya.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DALAM MASYARAKAT


Menurut J.M. Keynes ada tiga alasan mengapa orang menyukai memegang uang,
yaitu:

1. Motif Transaksi (Transaction Motive). Permintaan uang untuk bertransaksi mengacu kepada penggunaan uang untuk transaksi sehari-hari dalam pemenuhan kebutuhan seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah dan pembayaran listrik.

2. Motif Berjaga-jaga (Precantionary Motive) Permintaan uang untuk ditujukan pada pemenuhan kebutuhan darurat yang tidak dapat diperhitungkan sebelumnya, penambahan uang untuk membayar kenaikan harga yang mendadak.

3. Motif SpekulasiPermintaan uang untuk ditujukan memperoleh keuntungan secara cepat karena mengetahui peluang ekonomi yang menguntungkan.

No Responses

Leave a Reply

Tags

Archives

Categories